Langsung ke konten utama

Postingan

PMII Metro Adakan Dialog Publik Menolak Takut dan Hoax Pemilu

Metro - PC PMII Metro (Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Metro), Lampung adakan dialog publik: Menolak Takut dan Hoax Menuju Pemilu 2019, Sabtu (13/04) di Kedai Ungu Kota Metro.
Dialog publik ini dinarasumberi oleh, Yudha Yunianto (Dinas KOMINFO Kota Metro), Toni Wijaya, S.Pd.I (Komisioner KPU Kota Metro), dan Hendro Edi Saputro, S.Pd.I (Komisioner Bawaslu Kota Metro).
Dalam pemaparannya Toni Wijaya mengatakan tak ada yang harus ditakuti dari proses Pemilu. Sebab Pemilu sendiri sudah dilakukan sejak terbentuknya Republik ini. Hoax dan ujaran kebencian dalam proses Pemilu menyebabkan kegaduhan-kegaduhan yang menimbulkan ketakutan di masyarakat, hal ini diciptakan untuk kepentingan segelintir orang.

"Bahwa adanya proses pergantian pemerintahan ataupun penggantian penguasa itu sudah terjadi sejak zaman dahulu, dengan berbagai metode. Saat ini, bangsa Indonesia memilih dengan memberikan suara mereka secara langsung, satu cara yang paling damai maka dari itu, budaya…

Pengurus Cabang PMII Metro 2018-2019 Resmi Dilantik

Metro - Minggu (07/04), Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII)  Metro Periode 2018-2019 telah resmi dilantik. Pelantikan ini dilaksanakan di Aula PGSD Unila Metro Selatan.
Kegiatan yang juga dirangkai dengan Festival Budaya Nusantara ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan mengusung tema Meneguhkan Nilai-Nilai Budaya Nusantara Demi Menjaga Keutuhan Bangsa di Era Millenial. 
Bayu Sagara selaku ketua pelaksana mengucapkan terima kasih kepada  Pemerintah Kota Metro, Pengurus Besar (PB) PMII, para alumni, panitia dan para tamu undangan, yang telah berkenan hadir dalam acara tersebut.
Ahmad Sabiqul Mustofa selaku Ketua PC PMII Kota Metro juga mengucapkan terima kasih  kepada para hadirin dan panitia yang sudah membantu memaksimalkan kegiatan tersebut.
"Ada 48 Pengurus yang hari ini dilantik.  Dengan mengangkat tema tersebut, kami PC PMII Metro Masa Khidmat 2018-2019, melihat di Era millenial ini banyak generasi yang aktifitasnya tidak bisa lepas menggunakan gadget d…

Rayon AS Kom Jusi Adakan Follow Up Kaderisasi

Degradasi Kader PMII Di Bidang Menulis

PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) merupakan organisasi yang basisnya adalah kederisasi, artinya proses menggodok kader atau anggota yang telah mengikuti proses MAPABA dan PKD dapat mengimplementasi nilai dan norma serta ideologi dalam kehidupan sehari-sehari. 
Proses kaderisasi sendiri tidak dapat diutarakan dengan sederhana, karena berbicara kaderisasi melibatkan banyak unsur, unsure moral, unsure pola fikir dan masih banyak unsur-unsur yang lain.  Dalam historinya, PMII adalah organisasi yang sudah bisa dikatakan lama usianya. PMII lahir pada tahun 1960. PMII yang mana identik anggotanya adalah mahasiswa seharus nya tidak lepas dengan tradisi mahasiswa yakni membaca menulis dan diskusi.
Menilik fakta yang terjadi di lingkungan organisasi PMII metro masih sangat minim dengan aktifitas membaca, menulis dan diskusi. Fenomena ini dapat dilihat dengan diadakanya  pelatihan menulis opini yang diadakan oleh pengurus cabang.
Dengan realita rekrutmen yang diadakan oleh setiap peng…

Perkuat Semangat Kebangsaan Pemuda dalam Pembangunan Infrastruktur, PC PMII Metro Gelar Diskusi Di Aula Pusda

METRO - Senin (21/01), Tingkatkan semangat kebangsaan bagi generasi muda dalam pembangunan infrastruktur, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Metro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) gelar Diskusi Mahasiswa di Aula Dinas Perpustakaan Daerah (Pusda), Metro.
Melalui tema: Memperkuat Semangat Kebangsaan Bagi Generasi Muda dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur, ketua pelaksana, Triyo Pambudi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar para pemuda khususnya mahasiswa lebih semangat giat berdiskusi, lebih mampu melek hingga mampu mengawal perkembangan infrastruktur di kota dan sadar akan peran pentingnya.
"Ini merupakan ruang untuk membudayakan  diskusi bagi pemuda. Sebagai pemuda khususnya mahasiswa kita juga harus sadar akan pentingnya pembangunan dan mampu mengawal setiap perkembangan infrastruktur di kota ini, sebab sebagai agent of change kita tidak hanya terus fokus duduk dibangku perkuliahan," ujarnya.
Selain itu, ketua umum PC PMII Me…

Nilai yang Terkandung dalam Sila Pertama

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila pada prinsipnya menegaskan bahwa bangsa Indonesia dan setiap warga negaranya harus mengakui adanya Tuhan. Oleh karena itu, setiap orang wajib beragama, menyembah Tuhannya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Enam agama resmi telah diakui di Indonesia. Ada Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Tapi, tak bisa dipungkiri Indonesia juga punya warga negara yang menganut aliran kepercayaan (agama tak resmi). Seperti Sunda Wiwitan, Kaharingan, Naurus dan lainnya.

Sebenarnya, agama asli Indonesia (aliran kepercayaan) itu ada banyak (macam dan penganutnya). Tapi, saat ini keberadaannya sudah menipis. Bahkan jika ada, biasanya hanya di daerah-daerah pedalaman. Dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaan itu”.

Agama Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, dan Konghucu bebas merayakan hari-hari besarny…

Alegori Kopulasi dalam Mengilhami Makna Membaca Buku

Mari kita mengiaskan sesuatu dalam realitas yang terjadi saat ini.
Berbagai kalangan dewasa ini tidak ingin dirinya menjadi manusia yang tanpa ilmu dan pengetahuan.
Maksudnya, bisa digarisbawahi bahwa masyarakat secara hasratnya yang spontan terus menerus mencari informasi dan informasi mengenai kabar lingkungan sekitar termasuk negaranya maupun di luar negaranya.
Ada dua kata yang dibahas dalam paragraf di atas tersebut. Pertama tentang masyarakat dan yang kedua tentang hasrat.
Pertama, masyarakat. Masyarakat di sini mencakup keseluruhan, namun penulis menitikberatkan kepada pelajar atau mahasiswa. Mengapa harus pelajar, mahasiswa? Ia adalah seorang yang haus ilmu (insan akademis), yang akan menjadi pelopor kebangsaan dan keumatan.
Dan kedua adalah hasrat. Hasrat tersebut lahir dari rahim keresahan, kesengsaraan, keterpurukan dalam hidupnya sehingga tingkatan emosionalnya dengan eskalasi yang begitu cepat telah siap untuk melakukan perubahan.
Untuk mengetahui kabar tersebut, berbagai…