Langsung ke konten utama

Postingan

Perkuat Semangat Kebangsaan Pemuda dalam Pembangunan Infrastruktur, PC PMII Metro Gelar Diskusi Di Aula Pusda

METRO - Senin (21/01), Tingkatkan semangat kebangsaan bagi generasi muda dalam pembangunan infrastruktur, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Metro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) gelar Diskusi Mahasiswa di Aula Dinas Perpustakaan Daerah (Pusda), Metro.
Melalui tema: Memperkuat Semangat Kebangsaan Bagi Generasi Muda dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur, ketua pelaksana, Triyo Pambudi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar para pemuda khususnya mahasiswa lebih semangat giat berdiskusi, lebih mampu melek hingga mampu mengawal perkembangan infrastruktur di kota dan sadar akan peran pentingnya.
"Ini merupakan ruang untuk membudayakan  diskusi bagi pemuda. Sebagai pemuda khususnya mahasiswa kita juga harus sadar akan pentingnya pembangunan dan mampu mengawal setiap perkembangan infrastruktur di kota ini, sebab sebagai agent of change kita tidak hanya terus fokus duduk dibangku perkuliahan," ujarnya.
Selain itu, ketua umum PC PMII Me…

Nilai yang Terkandung dalam Sila Pertama

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila pada prinsipnya menegaskan bahwa bangsa Indonesia dan setiap warga negaranya harus mengakui adanya Tuhan. Oleh karena itu, setiap orang wajib beragama, menyembah Tuhannya sesuai dengan keyakinan masing-masing. Enam agama resmi telah diakui di Indonesia. Ada Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Tapi, tak bisa dipungkiri Indonesia juga punya warga negara yang menganut aliran kepercayaan (agama tak resmi). Seperti Sunda Wiwitan, Kaharingan, Naurus dan lainnya.

Sebenarnya, agama asli Indonesia (aliran kepercayaan) itu ada banyak (macam dan penganutnya). Tapi, saat ini keberadaannya sudah menipis. Bahkan jika ada, biasanya hanya di daerah-daerah pedalaman. Dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaan itu”.

Agama Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, dan Konghucu bebas merayakan hari-hari besarny…

Alegori Kopulasi dalam Mengilhami Makna Membaca Buku

Mari kita mengiaskan sesuatu dalam realitas yang terjadi saat ini.
Berbagai kalangan dewasa ini tidak ingin dirinya menjadi manusia yang tanpa ilmu dan pengetahuan.
Maksudnya, bisa digarisbawahi bahwa masyarakat secara hasratnya yang spontan terus menerus mencari informasi dan informasi mengenai kabar lingkungan sekitar termasuk negaranya maupun di luar negaranya.
Ada dua kata yang dibahas dalam paragraf di atas tersebut. Pertama tentang masyarakat dan yang kedua tentang hasrat.
Pertama, masyarakat. Masyarakat di sini mencakup keseluruhan, namun penulis menitikberatkan kepada pelajar atau mahasiswa. Mengapa harus pelajar, mahasiswa? Ia adalah seorang yang haus ilmu (insan akademis), yang akan menjadi pelopor kebangsaan dan keumatan.
Dan kedua adalah hasrat. Hasrat tersebut lahir dari rahim keresahan, kesengsaraan, keterpurukan dalam hidupnya sehingga tingkatan emosionalnya dengan eskalasi yang begitu cepat telah siap untuk melakukan perubahan.
Untuk mengetahui kabar tersebut, berbagai…

Wiji Thukul dan Puisinya

TIDAK  ada yang lebih menakutkan Orde Baru daripada Pramoedya Ananta Toer yang kreatif dan Wiji Thukul yang miskin dan bertubuh kurus kering yang seumur hidup bernaung di bawah atap rumah petak di sudut gelap kota Solo (Daniel Dhakidae). Untuk yang pertama disebutkan di atas, tidak ada penerbit yang bersedia menerbitkan karya-karyanya. Pramoedya yang “hanya” penulis roman menjadi “musuh” bersama ketika Orde Baru masih berkuasa. Tidak cukup hanya itu saja.

Banyak naskah-naskah Pram (sebutan untuk Pramoedya) dibakar oleh kekuasaan fasis Orde Baru. Ini membuat Pram, dan juga bangsa ini, kehilangan harta paling berharga yang dia punya. Semua karyanya dilarang beredar. Tidak ada satu pun toko buku yang berani menjual bukunya. Sekolah-sekolah di negeri ini nyaris tidak pernah membahas karyanya. Tuduhan subversi (tindakan mengancam keselamatan negara) dilayangkan bagi siapa saja yang ketahuan membaca buku Pram. Wiji Thukul mengalami hal yang kira-kira sama dengan apa yang dialami Pram.

Kala…

Narasi Politik dan Pilpres 2019

Jika kita membahas mengenai Pemilihan Presiden tahun 2019 yang akan datang, banyak sekali perspektif yang dapat kita sampaikan dan diskusikan. Pilpres tahun depan menjadi menarik karena banyak sekali dinamika yang terjadi menjelang proses tersebut, dan menjadi lebih menarik karena di dalamnya disisipkan branding-branding politik oleh rezim yang hari ini berkuasa dan pihak oposisi.

Pada tulisan ini, penulis akan menarasikan mengapa narasi politik akan menjadi kunci kemenangan bagi para pasangan calon yang berlaga tahun depan.

Narasi Keagamaan Petahana

Selama 4 tahun kepemimpinan Jokowi-JK, isu keagamaan menjadi salah satu masalah yang cukup penting bagi pemerintah. Pada masa Jokowi-JK, banyak tuduhan yang menyatakan bahwa pemerintah saat ini adalah pemerintah yang jauh terhadap ulama dan nilai-nilai islam. Hal ini ditandai dengan pembubaran ormas HTI dan kriminalisasi terhadap ulama-ulama tertentu. 

Isu keagamaan ini juga menjadi gorengan empuk bagi pihak oposisi untuk menyerang pemeri…

Menilik Karakter Bangsa Melalui Budaya Berlalu Lintas

Kemarin sore di stasiun Kota Blitar, lagi-lagi aku dibuat naik pitam oleh seorang pengguna jalan. Antrean yang memanjang tak lagi diindahkan, dengan wajah yang merasa tak bersalah si pengendara motor menyerobot hingga dekat portal. Sebagian orang kulihat murka, tetapi tindakan mereka masih sebatas menggerutu. Tak ayal si pengendara pun semakin percaya diri dengan kesalahan yang diperbuat.

Waktu itu, aku yang membawa barang bawaan lumayan berat, tak cukup bersabar untuk sekadar ikut menggerutu. Dengan tertatih, kupepet si pengendara yang sudah berada di urutan kedua dari portal pintu keluar. Niatku simpel. Kutegur dia, kuberi tahu kalau dia salah, dia minta maaf, dia kembali ke barisan yang semestinya, urusan selesai!

Nyatanya menegur dan menasehati orang yang sudah jelas-jelas salah tak sesimpel yang kubayangkan. Si pengendara itu bebal, teguranku hanya direspons dengan menolehkan wajah sesaat kemudian berpaling. Tindakanku rupanya disambut hangat oleh pengendara lainnya. Mereka mena…

Peran Penting Guru Sekolah

Guru menurut bahasa Arab disebut ustadzun,  kata ustadzun bila dirunut sampai kepada tugas yang sangat mulia. Karena  ia sebagai penyampai atau disebut juga dengan muballigh, walaupun dalam istilah bahasa arab yang lain kadang juga disebut mudarris, yang artinya penyampai pelajaran. Dan sudah familiar di masyarakat luas ulama yang biasa memberikan kajian pun disebut ustadz. Disinilah letak peran pentingnya seorang guru.

Guru adalah pekerjaan mulia dan termuliakan, sampai dalam sebuah riwayat kalau prioritas bagi seorang yang masuk ke dalam komunitas yang mendapat penghargaan tersendiri di hadapan sang Kholiq Allah di padang mahsyar kelak adalah  guru. Pantas saja seorang guru bukan sekedar lihai dalam menyampaikan materi, mentransfer knowledge tapi juga menjadi pendamping, pembimbing dan penyampai kebaikan sampai murid-muridnya menjadi berkarakter mulia yang akhirnya kelak dari sekolah itu lahir generasi hebat dan menjadi bagian dari peradaban mulia. Demikianlah tugas mulia seorang g…