Langsung ke konten utama

Pengurus Cabang PMII Metro 2018-2019 Resmi Dilantik



Metro - Minggu (07/04), Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII)  Metro Periode 2018-2019 telah resmi dilantik. Pelantikan ini dilaksanakan di Aula PGSD Unila Metro Selatan.

Kegiatan yang juga dirangkai dengan Festival Budaya Nusantara ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan mengusung tema Meneguhkan Nilai-Nilai Budaya Nusantara Demi Menjaga Keutuhan Bangsa di Era Millenial. 

Bayu Sagara selaku ketua pelaksana mengucapkan terima kasih kepada  Pemerintah Kota Metro, Pengurus Besar (PB) PMII, para alumni, panitia dan para tamu undangan, yang telah berkenan hadir dalam acara tersebut.

Ahmad Sabiqul Mustofa selaku Ketua PC PMII Kota Metro juga mengucapkan terima kasih  kepada para hadirin dan panitia yang sudah membantu memaksimalkan kegiatan tersebut.

"Ada 48 Pengurus yang hari ini dilantik.  Dengan mengangkat tema tersebut, kami PC PMII Metro Masa Khidmat 2018-2019, melihat di Era millenial ini banyak generasi yang aktifitasnya tidak bisa lepas menggunakan gadget dan teknologi. Artinya apa, kita harus tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai kebudayaan. Pada dasarnya nilai-nilai kebudayaan itulah yang telah menyatukan bangsa Indonesia. Harapan saya dari Pengurus Cabang khususnya kita semua, ayo kita bangkit, kita buktikan bahwasannya kita generasi millenial yang tetap mempertahankan nilai-nilai bangsa," ungkap Mustofa.


Romzi Ahmad selaku Koordinasi Hubungan Internasional di Pengurus Besar, mengatakan, “Alhamdulillah setelah satu tahun pasca pelantikan sahabat Galih Pangestu (Ketua PC PMII metro 2017-2018) kami telah resmi mendirikan persiapan pengurus cabang di Benua Afrika yaitu di Maroko setelah itu kami membuat masa penerimaan anggota baru di Jerman cabang Jerman, di Jerman kita punya 43 Kader baru dan di Maroko 48 Kader baru, selanjutnya di Benua Asia  tanggal 20 dan 21 kita akan pergi ke Taiwan, sekitar 250 mahasiswa yang belajar di Taiwan akan menjadi Kader PMII ini sebuah pencapaian yang luar biasa. Saya sedikit mengkritik kepada ketua cabang metro sebenarnya millenial itu bukan Era tetapi Generasi,dimana kita dalam kehidupan sehari-hari selalu menggunakan internet. Interaksi kita di dunia maya lebih banyak daripada interaksi secara langsung, jadi tidak ada pembedaan antara dunia maya dan dunia nyata, generasi kami menggunakan teknologi sebagai alat tapi sekarang teknologi menjadi bagian dari hidup”.

“Setiap kader harus mampu memanfaatkan digital, setiap kader harus memiliki satu akun bahkan wajib untuk kepentingan dakwah islam dan kebangsaan. Hal ini sebagai acuan kita dan komitmen khususnya warga dan kader PMII Kota Metro," Imbuh Romzi

Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Metro yang diwakili oleh Ridwan selaku Asisten Bidang Pemerintahan dan Kessra, PB PMII, Hidir Ibrahim selaku Ketua PW Ansor Lampung, Sholihin Budayawan Kota Metro, Perial Darma selaku Ketua Pengurus Koordinasi Cabang (PKC) PMII lampung, Pihak Kepolisian, Organisasi Kepemudaan dan Kader PMII Se-Kota Metro. (Riduan)


Komentar

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Berita yang di angkat sangat bagus dan menarik kak
    Harapannya agar terus produktif dalam menulis ya kak
    Terima kasih
    Wallahul muafieq Illa aqwamithariq wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    BalasHapus
  2. waalaikumussalam warohmatullah.. mantap sahabat, salam pergeraka.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkuat Semangat Kebangsaan Pemuda dalam Pembangunan Infrastruktur, PC PMII Metro Gelar Diskusi Di Aula Pusda

METRO - Senin (21/01), Tingkatkan semangat kebangsaan bagi generasi muda dalam pembangunan infrastruktur, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Metro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) gelar Diskusi Mahasiswa di Aula Dinas Perpustakaan Daerah (Pusda), Metro.
Melalui tema: Memperkuat Semangat Kebangsaan Bagi Generasi Muda dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur, ketua pelaksana, Triyo Pambudi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar para pemuda khususnya mahasiswa lebih semangat giat berdiskusi, lebih mampu melek hingga mampu mengawal perkembangan infrastruktur di kota dan sadar akan peran pentingnya.
"Ini merupakan ruang untuk membudayakan  diskusi bagi pemuda. Sebagai pemuda khususnya mahasiswa kita juga harus sadar akan pentingnya pembangunan dan mampu mengawal setiap perkembangan infrastruktur di kota ini, sebab sebagai agent of change kita tidak hanya terus fokus duduk dibangku perkuliahan," ujarnya.
Selain itu, ketua umum PC PMII Me…

Wiji Thukul dan Puisinya

TIDAK  ada yang lebih menakutkan Orde Baru daripada Pramoedya Ananta Toer yang kreatif dan Wiji Thukul yang miskin dan bertubuh kurus kering yang seumur hidup bernaung di bawah atap rumah petak di sudut gelap kota Solo (Daniel Dhakidae). Untuk yang pertama disebutkan di atas, tidak ada penerbit yang bersedia menerbitkan karya-karyanya. Pramoedya yang “hanya” penulis roman menjadi “musuh” bersama ketika Orde Baru masih berkuasa. Tidak cukup hanya itu saja.

Banyak naskah-naskah Pram (sebutan untuk Pramoedya) dibakar oleh kekuasaan fasis Orde Baru. Ini membuat Pram, dan juga bangsa ini, kehilangan harta paling berharga yang dia punya. Semua karyanya dilarang beredar. Tidak ada satu pun toko buku yang berani menjual bukunya. Sekolah-sekolah di negeri ini nyaris tidak pernah membahas karyanya. Tuduhan subversi (tindakan mengancam keselamatan negara) dilayangkan bagi siapa saja yang ketahuan membaca buku Pram. Wiji Thukul mengalami hal yang kira-kira sama dengan apa yang dialami Pram.

Kala…