Langsung ke konten utama

PMII Metro Adakan Dialog Publik Menolak Takut dan Hoax Pemilu


Metro - PC PMII Metro (Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Metro), Lampung adakan dialog publik: Menolak Takut dan Hoax Menuju Pemilu 2019, Sabtu (13/04) di Kedai Ungu Kota Metro.

Dialog publik ini dinarasumberi oleh, Yudha Yunianto (Dinas KOMINFO Kota Metro), Toni Wijaya, S.Pd.I (Komisioner KPU Kota Metro), dan Hendro Edi Saputro, S.Pd.I (Komisioner Bawaslu Kota Metro).

Dalam pemaparannya Toni Wijaya mengatakan tak ada yang harus ditakuti dari proses Pemilu. Sebab Pemilu sendiri sudah dilakukan sejak terbentuknya Republik ini. Hoax dan ujaran kebencian dalam proses Pemilu menyebabkan kegaduhan-kegaduhan yang menimbulkan ketakutan di masyarakat, hal ini diciptakan untuk kepentingan segelintir orang.

"Bahwa adanya proses pergantian pemerintahan ataupun penggantian penguasa itu sudah terjadi sejak zaman dahulu, dengan berbagai metode. Saat ini, bangsa Indonesia memilih dengan memberikan suara mereka secara langsung, satu cara yang paling damai maka dari itu, budaya pemilu harus kita lestarikan,” kata Toni Wijaya, Komisioner KPU Divisi Teknis, "Lalu apa yang kita takuti?" sambungnya lagi. 

Selaras dengan itu, Hendro Edi Saputro juga menambahkan bahwa Lampung memang memasuki zona merah mengenai kerawanan hoax dan ujaran kebencian. Hal ini sangat kontraproduktif dengan tujuan diadakannya Pemilu untuk memilih pemimpin yang terbaik demi kemaslahatan bersama. Ia pun memberi 

Fenomena yang terjadi hari ini tak lain dipicu oleh masyarakat yang sangat konsumtif dengan media sosial.  Hal ini dipengaruhi oleh meroketnya teknologi komunikasi. Terlebih mendekati Pemilu banyak hoax dan ujaran kebencian yang sengaja diciptakan. 

Yudha Yunianto, selaku Kabid Komunikasi Informasi dan Persandian Dinas Kominfo Metro pun mengajak peran masyarakat termasuk mahasiswa untuk cerdas dalam bermedia sosial, "Kita harus selektif mengkonsumsi konten-konten dalam media sosial," ujarnya.

Selain itu Dinas Kominfo juga berupaya dengan menyuguhkan konten-konten yang positif serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya berpartisipasi dalam proses Pemilu.

Dialog publik ini dihadiri 50 warga dan kader PMII Metro dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai dampak hoax dan ujaran kebencian, serta mengajak para mahasiswa untuk berperan aktif demi terselenggaranya Pemilu 2019 yang aman dan damai. Acara ini ditutup dengan deklarasi bersama yang dipandu moderator. (Icha/MsR)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perkuat Semangat Kebangsaan Pemuda dalam Pembangunan Infrastruktur, PC PMII Metro Gelar Diskusi Di Aula Pusda

METRO - Senin (21/01), Tingkatkan semangat kebangsaan bagi generasi muda dalam pembangunan infrastruktur, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Metro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) gelar Diskusi Mahasiswa di Aula Dinas Perpustakaan Daerah (Pusda), Metro.
Melalui tema: Memperkuat Semangat Kebangsaan Bagi Generasi Muda dalam Mendukung Pembangunan Infrastruktur, ketua pelaksana, Triyo Pambudi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar para pemuda khususnya mahasiswa lebih semangat giat berdiskusi, lebih mampu melek hingga mampu mengawal perkembangan infrastruktur di kota dan sadar akan peran pentingnya.
"Ini merupakan ruang untuk membudayakan  diskusi bagi pemuda. Sebagai pemuda khususnya mahasiswa kita juga harus sadar akan pentingnya pembangunan dan mampu mengawal setiap perkembangan infrastruktur di kota ini, sebab sebagai agent of change kita tidak hanya terus fokus duduk dibangku perkuliahan," ujarnya.
Selain itu, ketua umum PC PMII Me…

Pengurus Cabang PMII Metro 2018-2019 Resmi Dilantik

Metro - Minggu (07/04), Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII)  Metro Periode 2018-2019 telah resmi dilantik. Pelantikan ini dilaksanakan di Aula PGSD Unila Metro Selatan.
Kegiatan yang juga dirangkai dengan Festival Budaya Nusantara ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan mengusung tema Meneguhkan Nilai-Nilai Budaya Nusantara Demi Menjaga Keutuhan Bangsa di Era Millenial. 
Bayu Sagara selaku ketua pelaksana mengucapkan terima kasih kepada  Pemerintah Kota Metro, Pengurus Besar (PB) PMII, para alumni, panitia dan para tamu undangan, yang telah berkenan hadir dalam acara tersebut.
Ahmad Sabiqul Mustofa selaku Ketua PC PMII Kota Metro juga mengucapkan terima kasih  kepada para hadirin dan panitia yang sudah membantu memaksimalkan kegiatan tersebut.
"Ada 48 Pengurus yang hari ini dilantik.  Dengan mengangkat tema tersebut, kami PC PMII Metro Masa Khidmat 2018-2019, melihat di Era millenial ini banyak generasi yang aktifitasnya tidak bisa lepas menggunakan gadget d…

Wiji Thukul dan Puisinya

TIDAK  ada yang lebih menakutkan Orde Baru daripada Pramoedya Ananta Toer yang kreatif dan Wiji Thukul yang miskin dan bertubuh kurus kering yang seumur hidup bernaung di bawah atap rumah petak di sudut gelap kota Solo (Daniel Dhakidae). Untuk yang pertama disebutkan di atas, tidak ada penerbit yang bersedia menerbitkan karya-karyanya. Pramoedya yang “hanya” penulis roman menjadi “musuh” bersama ketika Orde Baru masih berkuasa. Tidak cukup hanya itu saja.

Banyak naskah-naskah Pram (sebutan untuk Pramoedya) dibakar oleh kekuasaan fasis Orde Baru. Ini membuat Pram, dan juga bangsa ini, kehilangan harta paling berharga yang dia punya. Semua karyanya dilarang beredar. Tidak ada satu pun toko buku yang berani menjual bukunya. Sekolah-sekolah di negeri ini nyaris tidak pernah membahas karyanya. Tuduhan subversi (tindakan mengancam keselamatan negara) dilayangkan bagi siapa saja yang ketahuan membaca buku Pram. Wiji Thukul mengalami hal yang kira-kira sama dengan apa yang dialami Pram.

Kala…